Pesona Kota Pelajar dan Para Mahasiswanya..

Senin, 17 Januari 2011 - Diposting oleh Ochadon di 02.38
-->
Yogyakarta, kota yang berbudaya dan penuh sejarah. Kota yang berawal dari sebuah kerajaan Mataram yang jaya pada masanya. Kini Jogja berkembang menjadi kota modern yang masih tetap menjunjung tinggi kedaerahanya. Selain menjunjung tinggi sifat kedaerahanya, Jogja juga dikenal dengan kota yang melahirkan banyak cendekiawan dan intelektual dan menyebutnya sebagai kota pelajar.
Sebagai kota pelajar, tentu Jogja memiliki berbagai keistimewaan. Banyaknya universitas baik negeri maupun swasta yang terdapat di Jogja memancing banyaknya pendatang yang ingin melanjutkan cita-cita mereka. Berbagai macam ras, suku, dan agama dari seluruh Nusantara berkumpul dan menyatu di kota Jogja dengan tujuan yang sama. Banyak yang datang dan pergi, pergi dan kembali. Keramaian dan kepadatan selalu mewarnai Jogja setiap harinya. Jogja menyimpan sejuta impian bagi setiap penghuninya, khususnya para pendatang yang mayoritas dari kalangan remaja. Mereka datang dengan berbagai macam cita-cita, berbagai cerita dan juga impian. Mereka belajar dan berkembang di Jogja, meninggalkan sifat kebocahan yang mereka bawa untuk menuju tingkat kedewasaan dengan hidup sendiri jauh dari keluarga dan orang tua. Mungkin Jogja telah memberikan banyak kenangan dan pelajaran bagi mereka para pendatang.
Seperti para pendatangnya, Jogja juga terus mengalami perkembangan dan perubahan menjadi kota yang modern dan penuh sensasi oleh para penghuninya. Kehidupan malam di Jogja pun semakin disorot. Semakin banyak tempat-tempat hiburan yang beroperasi pada malam hari dan mayoritas didatangi oleh mahasiswa termasuk para pendatang. Para mahasiswa pendatang inilah yang sepertinya semakin memadati dan memenuhi kota Jogja. Banyak diantara mereka yang bermalas-malasan menyelesaikan studinya dan hanya berhura-hura setiap harinya dan cenderung semakin membuat  Jogja terkesan sumpek , penuh, dan semrawut. Sepertinya mereka telah melupakan tujuan awal mereka ketika datang ke Jogja. Mereka terbuai oleh glamournya kehidupan malam di Jogja yang telah menyerupai kehidupan malam di Jakarta.
Apakah kehidupan seperti ini yang akan terus menghiasi kota Jogja ke depan nanti? Seperti yang kita ketahui bahwa setiap tahunnya pendatang terus bertambah dan semakin memadati kota ini. Sementara yang telah datang lebih awal tidak kunjung pergi dan nampak semakin betah di Jogja. Jalan raya dan pusat perkotaan dipenuhi oleh warga pendatang. Kemacetan selalu menghiasi pada jam-jam tertentu. Kehidupan malam yang tidak pernah mati dan semakin ramai dengan hadirnya sejumlah cafe dan juga club-club malam. Nampaknya inilah yang merupakan suguhan terbaik yang menggiurkan bagi semua pendatangnya.
Bagi sebagian warga, mungkin Jogja juga memberikan tantangan. Dimana mereka harus terus bertahan hidup dengan menjunjung tinggi prinsip tanpa terpengaruh oleh segala macam bentuk godaan. Terlebih para pendatang yang sebagian besar adalah usia remaja yang kononnya mudah terpengaruh dan melupakan prinsip dan cita-citanya. Namun jarang dan cenderung susah untuk menemukan remaja yang masih dapat memegang teguh prinsipnya tanpa harus “neko-neko” dan mengikuti gaya hidup orang lain. Sebagian besar dari mereka telah melupakannya bahkan meninggalkannya. Lalu apa yang bisa mereka harapkan dari kehidupan yang mereka jalani saat ini?
Disamping itu, tidak sedikit pula dari mereka yang dapat mengharumkan nama Jogja bahkan bangsa Indonesia. Mereka mampu menciptakan kreativitas dan prestasi yang membanggakan. Inilah sekilas contoh yang patut untuk ditiru karena mereka mampu bertahan dan bersaing di tengah hiruk pikuk kehidupan yang serba glamour dan menggiurkan. Merekalah yang ingin melanjutkan dan meneruskan cita-cita dan predikat Jogja sebagai kota pelajar yang kini telah banyak berubah.
Inilah sekilas tentang realita kehidupan di Jogja yang penuh dengan hiruk pikuk dan harmonisasi oleh para mahasiswanya. Mereka terus datang dan pergi, pergi dan kembali lagi. Mereka selalu menghiasi Jogja dengan bermacam-macam kreativitas. Baik dan buruk mampu mereka ciptakan disini. Hitam-putih, Islam-Kristen, Batak-Bugis, semuanya berkumpul tanpa memandang darimana asal mereka, apapun agama mereka, apapun suku mereka, apapun ras mereka, yang jelas mereka berkumpul disini untuk satu tujuan yang sama. Bersama-sama untuk meraih cita-cita demi mewujudkan harapan dari orang tua.

(Didedikasikan untuk semua teman-teman mahasiswa dan para pendatang dari seluruh penjuru Indonesia, teruslah berkarya dan berkreativitas.)
Reaksi: