Fuckin - FAKE PEOPLE -

Selasa, 19 Februari 2013 - Diposting oleh Ochadon di 02.12
Fake people. Yeah you know what I mean kan? Yap, fake people adalah orang-orang dengan senyum palsu dan muka barbie palsu. Orang yang di depan kita terlihat manis dan baik kaya barbie tapi ternyata di belakang kita dia tuh busuk banget bahkan lebih busuk dari bangkai tikus got yang udah didiemin 10 hari. Ugh, menjijikan ~



Kenapa aku aware banget dengan 'fake people'? Karena fake people itu banyak beredar di sekeliling kita. Pernah ngga ngerasa dikecewain berat sama temen yang kita udah percaya banget sama dia ternyata palsu. Huh, yah belakangan ini aku sering ketemu sama bermacam-macam fake people. Dari yang jenis fake people buat cari perhatian sampe fake people akut dan perlu dimusnahkan.

Aku sering heran dengan orang-orang yang ambisius dan berujung menjurus ke fake people, apalagi yang ambisiusnya banget-bangetan. Kadang mereka itu sering salah jalan dalam mendapatkan ambisi mereka sampe-sampe harus menghalalkan segala cara demi sesuatu yang menjadi ambisi mereka. Tujuannya apa? Ya cuman kepuasan pribadi aja. It's ok kalo dengan cara yang baik dan fine-fine aja atau ngga berdampak bagi orang lain, nah apa kabar tuh yang sampe merugikan orang lain? Kasian banget kali ya, saking ngga kreatifnya sampe harus merugikan orang lain demi ambisinya yang gede.

Selama ini, aku banyak banget ketemu sama orang-orang 'kecil' dengan ambisi yang sangat besar dan dengan berbagai tipe tentunya. Waktu SMA, aku punya temen yang pinter banget di pelajaran matematika, sebut saja dia Nori. Dia adalah murid kesayangan guru matematika ku. Setiap guruku menjelaskan suatu materi di kelas, dia selalu meminta Nori untuk membantu menjelaskan apa yang udah dijelaskan oleh si guru tersebut ke semua temen-temen yang belum paham dengan penjelasan dari guruku. Alhasil meja si Nori sering rame banget dengan anak-anak yang belum paham dan minta dijelasin ulang oleh Nori. Tapi si Nori ini selalu ogah-ogahan dalam memberi penjelasan. Sering banget dia dengan polosnya bilang "Aduh, aku belum ngerjain, ngga paham juga" pas kita-kita nanya ke dia tentang tugas dari sang guru. Eeeeehhh, tapi apa yang terjadi pas guru bertanya "Ada yang udah selesai? Silahkan tulis di depan" tiba-tiba si Nori mengangkat tangan dan dia maju ke depan, masih dengan polosnya. Dan kemudian kelas hening seketika -___-

Ngga cuman itu, pernah pas ujian semester matematika aku nanya ke dia jawaban soal nomor 21, aku masih inget banget karna posisi tempat dudukku persis di samping kirinya bangku si Nori. "Eh, nomor 21 apa?" tanyaku pelan, si Nori menjawab "D". Ok aku langsung memilih jawaban di point D. Terus temen di belakangku nanya ke aku, "Eh tadi apa jawaban nomor 21?" tanya temenku, "D kata Nori", kataku. "Loh, tadi aku nanya ke dia katanya B" sahutnya, "Ah masasih?" tambahku. Akhirnya aku sengaja mengintip lembar jawaban nomor 21 nya si Nori itu A. See?? Bisa disimpulkan sendiri yah..

Ngga cuman jaman SMA aja sih aku ketemu orang-orang sejenis Nori ini. Selama 3 tahun lebih masa kuliah kemarin, juga sering ketemu sama fake people semacam Nori. Tapi ada satu orang yang menarik perhatianku untuk dibahas disini, tapi aku ngga akan bahas siapa dia seperti apa dia, aku cuman mau bahas sedikit tentang yang pernah dia lakuin ke temen aku. Dia orang yang sangat ambisius menjadi mahasiswa terbaik dan tak tersaingi. Wuuuuuissss, canggih bener yah ambisinya. Ya ambisi yang bagus sih tapi kalo didukung dengan cara yang baik juga dalam meraih ambisinya. Bukan malah dengan merugikan orang lain. Bukankah sebaik-baiknya orang adalah orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain? Tidak berguna bagi orang lain aja harusnya kita merasa rugi, apalagi malah merugikan orang lain. Ya kan?

Aku emang selalu nyinyir dan ngga bisa diem dengan hal-hal semacam ini. Ya karena kadang aku bener-bener ngga habis pikir dengan kelakuan di fake people ini yang emang di luar batas naluri manusia dan ngga masuk di akal. Suatu hari aku pernah mendengar cerita seorang teman kepadaku, dia menceritakan tentang kelakukan si fake people ini yang udah jahat banget menurutku. Dia sengaja dan dalam keadaan sadar menggagalkan penelitian skripsi temanku ini dengan tanpa alasan yang jelas dan ngga tau maksud dan tujuannya tuh apa sih karena emang ngga ada sangkut pautnya sama urusan dia. Tujuannya apa sih? Ya biar dia ngga tersaingi karna kalo orang lain mengalami kegagalan, jalan dia menjadi orang yang 'ter' akan lebih mulus ke depan tanpa saingan. Ugh, sungguh tujuan yang mulia di mata setan -_-

Biasanya sih, orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang mempunyai 'sedikit' kelebihan dan saking takutnya orang lain mempunyai kelebihan yang lebih dari yang dia miliki, sehingga menghalalkan segala cara agar dia tetap terlihat 'lebih' dan gagah di mata orang lain. Oh fake! Kasian juga orang-orang kaya gini, disaat orang lain berusaha untuk jadi orang yang berguna bagi orang lain dia malah sibuk menjatuhkan orang lain agar terlihat paling gagah apalagi dengan menjatuhkan teman sendiri, huhu sedih dan kasian.

Nah sedangkan yang paling menyedihkan dan dilematis adalah berada di posisi orang yang ngeliat ada temen dijatuhin sama temen sendiri dan kita ngga bisa berbuat apa-apa selain merasa iba. Sama aja kaya kita lagi berenang bareng-bareng di tengah laut, tiba-tiba kita ngeliat temen kita ditenggelamkan sama temen kita yang lain dan kita bingung, kita harus nyelamatin dia atau tetap berenang ke tepi? Pasti pengennya bisa nyelamatin dulu sambil terus berenang ke tepi kan? Tapi lain cerita kalo pilihannya ngga cuman se-simpel itu, tapi ada kalanya kita bener-bener harus memilih satu pilihan yang bener-bener sulit dan berat karena jika kita memilih untuk menyelamatkan temen kita, maka kita yang akan ditenggelamkan. See? Hidup itu emang kejam, selalu memojokkan kita pada pilihan yang sangat berat. Dia ngga pernah ngasih kita pilihan yang mudah dan ringan, tapi selalu harus mengorbankan sesuatu yang kita mau. Gimana caranya biar kita ngga terpojokkan oleh pilihan yang sulit itu? Seharusnya ngga ada orang-orang fake di dunia ini, daripada harus saling menenggelamkan satu sama lain alangkah indahnya kalo bisa sama-sama berenang bareng-bareng menuju tepi laut. Pasti akan sangat indah. Tapi yang namanya hidup ngga bisa kita ngatur buat jadi se-simpel itu. Kita cuman aktor yang memerankan peran kita, gimana cara kita memerankan peran kita dengan baik, gimana cara kita meng-improvisasi karakter yang telah Tuhan bentuk dalam setiap scene kita. Pilihan-pilihan yang berat tadi bisa jadi bahan pembelajaran kita untuk berperan dengan baik dalam setiap scene, setiap orang pasti pernah dan akan dihadapkan pada pilihan yang sulit dan berat dan juga dituntut untuk memutuskan dengan cepat. Just live your life, do what you love and love what you do ;)





Ocha
:)
Reaksi: