Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kuliah. Tampilkan semua postingan

INSPIRING FILM

Senin, 18 Februari 2013 - Diposting oleh Ochadon di 11.05
Setiap orang pasti punya sesuatu yang menjadi sumber inspirasi, ngga terkecuali film. Nah, aku pengen share tentang film yang aku tonton bareng temen-temen ku di akhir 2012 lalu nih. Film ini bener-bener menginspirasi banget, ngga cuman buat aku tapi mungkin buat sebagian orang yang nonton film ini. Cuman kayanya udah basi sih nge-share resume film ini sekarang tapi bodo amat deh aku pengen kok :p haha sebenernya ini adalah tugas kuliah ku di semester 7 kemarin, yang aku posting di akun kompasianaku. Yah, berhubung aku narsis gapapa lah aku share disini.


“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu,
Keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar,
Biarkan ia menggantung,
Mengambang 5 cm di depan kening kamu.
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
Kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.”

sumber : official twitter @5cmthemovie

5 cm adalah film yang sangat ditunggu-tunggu bagi sebagian besar masyarakat Indonesia di akhir tahun 2012. Hampir dua pekan sejak tayang di bioskop pada 12-12-12 lalu, film ini masih dibanjiri penonton. Di Yogyakarta, selama dua pekan ini antrian calon penonton di dua bioskop yaitu Studio 21 Ambarukmo Plaza dan Empire XXI masih sangat panjang. Bahkan tiket selalu sold out pada sore hari. Pantas saja jika pada penayangannya di hari ke 10 film ini telah menembus satu juta penonton. Wow! Termasuk saya yang hingga dua kali nonton film ini hehe. Senang sekali rasanya, menonton film Indonesia yang kursi penontonnya benar-benar terisi penuh dari barisan paling belakang hingga paling depan. Nah, kira-kira apa sih yang membuat istimewa film 5 cm ini? Yuk kita bahas..
Film 5 cm adalah sebuah film yang disutradai oleh Rizal Mantovani dimana ini merupakan film pertamanya yang diangkat dari sebuah novel. Novel 5 cm sendiri dirilis pada tahun 2007 yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro dan mengalami penjualan paling laris di Indonesia. Dengan jalan cerita yang mengangkat tema persabahatan dengan kisah petualangan, rasa nasionalisme serta dialog-dialog bernuansa puitis, novel tersebut sukses menarik minat pembaca novel di seluruh Indonesia hingga berhasil mengalami cetak ulang sebanyak 25 kali. Kesuksesan itulah yang kemudian menarik minat Sunil Soraya untuk mengadaptasi kisah 5 cm menjadi sebuah film layar lebar bersama dengan Rizal Mantovani.
5 cm sendiri berisi tentang kisah persahabatan antara lima orang anak muda yaitu Zafran yang diperankan oleh Herjunot Ali, Genta (Fedi Nuril), Arial (Denny Sumargo), Riani (Raline Shah), dan Ian  (Igor Saykoji). Selama 10 tahun mereka menjalin persahabatan, mereka selalu menghabiskan banyak waktu bersama-sama. Kebersamaan ini membuat mereka sangat mengenali karakteristik satu sama lain. Namun hal ini membuat mereka merasa jenuh dan tidak mempunyai teman lain selain mereka berlima sehingga Genta mengusulkan sebuah tantangan yaitu selama tiga bulan, kelimanya tidak saling berhubungan dan berkomunikasi. Tantangan tersebut bermaksud agar masing-masing dapat menyelesaikan berbagai impian yang selama ini selalu tertunda akibat banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama. Akhirnya mereka berlima setuju untuk menjalani tantangan tersebut.
Setelah tiga bulan berlalu, Genta akhirnya mengirimkan pesan agar keempat sahabatnya membawa sejumlah perlengkapan dan menemuinya di stasiun kereta api. Tidak disangka, ternyata Genta mengajak sahabat-sahabatnya untuk menempuh sebuah perjalanan menuju kota Malang untuk kemudian melanjutkan perjalanan tersebut dengan melakukan pendakian di Gunung Semeru dan menuju puncaknya yaitu Mahameru yang merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Ditemani oleh adik Arial yaitu Dinda yang diperankan oleh Pevita Pearce, perjalanan yang akan menguji kuatnya rasa kebersamaan mereka akhirnya dimulai.
5 cm terlihat begitu istimewa karena detail visualnya yang sangat indah, menyuguhkan keindahan alam Indonesia yang sangat membangkitkan rasa nasionalisme pada penontonnya. Pemandangan Mahameru yang berhasil membuat penonton satu bioskop tercengang dan ber “waah..”, “woww..” dan menahan nafas sejenak sepanjang film diputar. Detail gambar, warna, dan landscape Mahameru yang disajikan, ditambah dengan musik penuh semangat garapan Nidji, dijamin akan membuat kita ingin mendaki Mahameru. Film ini juga menggambarkan perjuangan bagaimana keenam karakter tersebut meraih impian mereka yaitu puncak Mahameru. Namun, ketika 5 cm memulai perjalanannya sebagai film petualangan, tema awal yang berkisah tentang persahabatan terasa berubah total menjadi kisah rasa nasionalisme terhadap Indonesia. Pada bagian ini sepertinya Rizal Mantovani gagal untuk mengarahkan, karena saya rasa dialognya yang terlihat sangat kaku dengan nada-nada deklamasi yang menurut saya cukup lucu. Terasa lucu karena pada bagian awal film ini disajikan dengan penuh humor dan hangat, tiba-tiba berubah menjadi dialog puitis yang bernuansa nasionalisme. Bagian yang terlihat buruk juga terdapat pada akhir cerita film ini yang beralih dari tema nasionalisme menjadi tema romansa. Pada bagian ini diceritakan ending dari kisah cinta segitiga yang dialami oleh Genta, Riani, Zafran, dan Dinda. Eksekusi cerita ini terkesan berlangsung dengan sangat cepat, mungkin memang bagian cerita ini sengaja hanya dijadikan pelengkap saja.
Well, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya tersebut, harus diakui bahwa film 5 cm ini merupakan film berkelas dan berkualitas dibawah arahan Rizal Mantovani yang dinamis. Rizal mampu menghadirkan jalan cerita dengan ritme penceritaan yang begitu mudah untuk diikuti. Kualitas film ini semakin terasa kuat dengan dukungan tata sinematografi yang benar-benar mengagumkan serta dukungan para pemerannya. Bisa dikatakan film ini merupakan salah satu film terbaik Indonesia di tahun 2012. Terbukti bahwa hingga dua pekan penayangannya, film ini mampu memikat lebih dari satu juta penonton hampir di seluruh bioskop Indonesia. Congratulations!!




TEMPAT YANG NYAMAN UNTUK HEWAN KESAYANGAN

Jumat, 08 April 2011 - Diposting oleh Ochadon di 03.29
Bagi sebagian orang, mungkin mereka merasa risih atau jijik jika harus tinggal bersama dengan binatang. Namun lain halnya dengan para pecinta binatang. Bukan hanya bersedia tinggal bersama, mereka juga sangat memperhatikan kenyamanan dan kesehatan binatang peliharaan mereka. Bahkan ada sebagian dari mereka yang lebih memperhatikan binatang kesayangan mereka daripada dirinya sendiri. Selain itu, banyak sekali kita jumpai komunitas-komunitas pecinta binatang. Dari situlah mereka bisa berbagi pengalaman dan juga tips-tips menjaga dan merawat bintang kesayangan mereka.
Para penyayang binatang akan merasa sangat cemas dan khawatir ketika binatang mereka terserang penyakit atau mungkin saat terlihat tidak sehat seperti biasanya. Hal ini diperlukan perhatian khusus dan cara penanganannya pun berbeda dengan manusia. Banyak alternatif bagi pecinta binatang untuk memeriksakan dan mengobati binatang kesayangan mereka. Yang tergolong praktis dan sering mereka lakukan yaitu membawa binatang mereka ke dokter hewan. Hal ini tentu lebih baik daripada hanya membiarkan hewan kesayangannya dirumah atau mengobatinya dengan seadanya saja. Namun, mungkin banyak juga para pecinta binatang yang masih ragu dan kurang mempercayai kredibilitas dokter khusus hewan tertentu. Setiap orang pasti membutuhkan rekomendasi atau referensi tentang dokter hewan yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya.
Selain dokter khusus hewan, banyak juga klinik-klinik hewan yang menyediakan pelayanan dan pengobatan khusus untuk hewan. Berikut ini salah satu alternatif menarik dan juga solusi bagi para pecinta binatang yang masih bingung untuk memeriksakan dan mengobati binatang kesayangan mereka. Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pendidikan yang mengamalkan tiga unsure Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu:
  1.      Bidang pendidikan: Melatih mahasiswa tingkat profesi (calon dokter hewan).
  2.      Bidang penelitian: Merupakan sarana dan prasarana untuk melakukan penelitian.
  3.       Bidang pengabdian: Merupakan sarana pengabdian masyarakat, yaitu secara langsung melakukan layanan kesehatan hewa kepada masyarakat yang berupa pemerikasaan, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terhadap pasien hewan kecil, hewan besar, eksotis, awuatic, unggas, wild animal, dll.
Dengan fasilitas ruang dan alat medis yang lengkap serta ditangani oleh para ahli dan dokter hewan bergelar Doktor dan Profesor dari UGM yang pasti sudah tidak diragukan lagi kemampuan dan kredibilitasnya. Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi saat ini berada dan dikelola oleh UGM yang memiliki berbagai pelayanan khususdan sangat lengkap untuk pecinta hewan yang menginginkan pelayanan terbaik bagi hewan mereka, seperti: pemeriksaan kesehatan rutin, pelayanan kesehatan untuk hewan sakit, vaksinasi, diagnosis, grooming,perawatan gigi, bedah minor dan mayor, perawatan rawat inap, perawatan hewan lansia, obat-obatan, pet shop, control berat badan, konsultasi kesehatan, pemeriksaan Laboratorium, dan juga rujukan dari dokter yang membutuhkan.
Jadi, bagi para pecinta hewan tidak perlu bingung lagi harus kemana jika hewan kesayangannya terserang penyakit dan membutuhkan perawatan dan pelayanan khusus serta ditangani langsung oleh para ahli. Cukup datang dan percayakan pada Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada yang beralamat di Sekip Unit II, Yogyakarta 55281, Indonesia.  Dapat juga menghubungi (0274) 560862/ 562861 (telp/Fax), email: rshfkh@ugm.ac.id. Dengan waktu pelayanan: Senin – Sabtu dari jam 08.00 – 16.00, khusus untuk hari Jumat, pelayanan hanya sampai jam 15.00. (adv)

tugas Radio Ad "Waroeng Steak & Shake" versi TTS

Rabu, 06 April 2011 - Diposting oleh Ochadon di 01.33
Radio Ad “Waroeng Steak & Shake”                                                                       
JUDUL : TEKA TEKI SILANG

AMBIENT : SUARA JANGKRIK AGAK JAUH DI LUAR RUMAH (SEORANG CEWEK SEDANG MENGISI TTS)

FVO       : Mendatar : tempat makan, berjualan, dengan ejaan lama, 7 huruf.
MVO     : WAROENG
FVO       : Menurun : lawan kata mahal
MVO     : Murah
FVO       : Makanan Eropa, daging dipotong-potong. 5 huruf
MVO     : Yee itu mah STEAK
FVO       : Mendatar : tempat yang menyediakan steak murah meriah, cuma dua huruf nih. Apaan?
MVO     : Waduh apaan ya?
FVO       : Apaan dong? Katanya lu pinter!
MVO     : Ooh, gw tau! WS
FVO       : WS apaan?
MVO     : Waroeng Steak!
FVO       : Emang murah?
MVO     : Yeee, katro’ ni anak. Makanya jangan cuman maen TTS mulu!

ANNCR : NGGA USAH BINGUNG DAN BANYAK MIKIR. LANGSUNG BUKTIIN AJA KE WAROENG STEAK & SHAKE. BISA MAKAN ENAK DENGAN HARGA MURAH

FVO       : Woi, gw udah ke WS. Gila enak & murah bangeeeet, kembaliannya bisa gw pake buat beli TTS lagi deh..
MVO     : Hahahahahaaa

Pesona Kota Pelajar dan Para Mahasiswanya..

Senin, 17 Januari 2011 - Diposting oleh Ochadon di 02.38
-->
Yogyakarta, kota yang berbudaya dan penuh sejarah. Kota yang berawal dari sebuah kerajaan Mataram yang jaya pada masanya. Kini Jogja berkembang menjadi kota modern yang masih tetap menjunjung tinggi kedaerahanya. Selain menjunjung tinggi sifat kedaerahanya, Jogja juga dikenal dengan kota yang melahirkan banyak cendekiawan dan intelektual dan menyebutnya sebagai kota pelajar.
Sebagai kota pelajar, tentu Jogja memiliki berbagai keistimewaan. Banyaknya universitas baik negeri maupun swasta yang terdapat di Jogja memancing banyaknya pendatang yang ingin melanjutkan cita-cita mereka. Berbagai macam ras, suku, dan agama dari seluruh Nusantara berkumpul dan menyatu di kota Jogja dengan tujuan yang sama. Banyak yang datang dan pergi, pergi dan kembali. Keramaian dan kepadatan selalu mewarnai Jogja setiap harinya. Jogja menyimpan sejuta impian bagi setiap penghuninya, khususnya para pendatang yang mayoritas dari kalangan remaja. Mereka datang dengan berbagai macam cita-cita, berbagai cerita dan juga impian. Mereka belajar dan berkembang di Jogja, meninggalkan sifat kebocahan yang mereka bawa untuk menuju tingkat kedewasaan dengan hidup sendiri jauh dari keluarga dan orang tua. Mungkin Jogja telah memberikan banyak kenangan dan pelajaran bagi mereka para pendatang.
Seperti para pendatangnya, Jogja juga terus mengalami perkembangan dan perubahan menjadi kota yang modern dan penuh sensasi oleh para penghuninya. Kehidupan malam di Jogja pun semakin disorot. Semakin banyak tempat-tempat hiburan yang beroperasi pada malam hari dan mayoritas didatangi oleh mahasiswa termasuk para pendatang. Para mahasiswa pendatang inilah yang sepertinya semakin memadati dan memenuhi kota Jogja. Banyak diantara mereka yang bermalas-malasan menyelesaikan studinya dan hanya berhura-hura setiap harinya dan cenderung semakin membuat  Jogja terkesan sumpek , penuh, dan semrawut. Sepertinya mereka telah melupakan tujuan awal mereka ketika datang ke Jogja. Mereka terbuai oleh glamournya kehidupan malam di Jogja yang telah menyerupai kehidupan malam di Jakarta.
Apakah kehidupan seperti ini yang akan terus menghiasi kota Jogja ke depan nanti? Seperti yang kita ketahui bahwa setiap tahunnya pendatang terus bertambah dan semakin memadati kota ini. Sementara yang telah datang lebih awal tidak kunjung pergi dan nampak semakin betah di Jogja. Jalan raya dan pusat perkotaan dipenuhi oleh warga pendatang. Kemacetan selalu menghiasi pada jam-jam tertentu. Kehidupan malam yang tidak pernah mati dan semakin ramai dengan hadirnya sejumlah cafe dan juga club-club malam. Nampaknya inilah yang merupakan suguhan terbaik yang menggiurkan bagi semua pendatangnya.
Bagi sebagian warga, mungkin Jogja juga memberikan tantangan. Dimana mereka harus terus bertahan hidup dengan menjunjung tinggi prinsip tanpa terpengaruh oleh segala macam bentuk godaan. Terlebih para pendatang yang sebagian besar adalah usia remaja yang kononnya mudah terpengaruh dan melupakan prinsip dan cita-citanya. Namun jarang dan cenderung susah untuk menemukan remaja yang masih dapat memegang teguh prinsipnya tanpa harus “neko-neko” dan mengikuti gaya hidup orang lain. Sebagian besar dari mereka telah melupakannya bahkan meninggalkannya. Lalu apa yang bisa mereka harapkan dari kehidupan yang mereka jalani saat ini?
Disamping itu, tidak sedikit pula dari mereka yang dapat mengharumkan nama Jogja bahkan bangsa Indonesia. Mereka mampu menciptakan kreativitas dan prestasi yang membanggakan. Inilah sekilas contoh yang patut untuk ditiru karena mereka mampu bertahan dan bersaing di tengah hiruk pikuk kehidupan yang serba glamour dan menggiurkan. Merekalah yang ingin melanjutkan dan meneruskan cita-cita dan predikat Jogja sebagai kota pelajar yang kini telah banyak berubah.
Inilah sekilas tentang realita kehidupan di Jogja yang penuh dengan hiruk pikuk dan harmonisasi oleh para mahasiswanya. Mereka terus datang dan pergi, pergi dan kembali lagi. Mereka selalu menghiasi Jogja dengan bermacam-macam kreativitas. Baik dan buruk mampu mereka ciptakan disini. Hitam-putih, Islam-Kristen, Batak-Bugis, semuanya berkumpul tanpa memandang darimana asal mereka, apapun agama mereka, apapun suku mereka, apapun ras mereka, yang jelas mereka berkumpul disini untuk satu tujuan yang sama. Bersama-sama untuk meraih cita-cita demi mewujudkan harapan dari orang tua.

(Didedikasikan untuk semua teman-teman mahasiswa dan para pendatang dari seluruh penjuru Indonesia, teruslah berkarya dan berkreativitas.)