Tampilkan postingan dengan label opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opinion. Tampilkan semua postingan

Disappointed.

Senin, 11 November 2013 - Diposting oleh Ochadon di 03.43
Hey you! Setelah sekian lama ga posting dan sedikit curcol, di sore yang mendung ini aku lagi pengeeeeeennn banget sedikit mencurahkan isi hati dan pikiran alias curcol. Haha.
Jadiiii, selama 4 bulan hampir 5 bulan ini aku disibukkan dengan pekerjaanku sebagai customer service online shop. Apaa tuh? Yaaa pekerjaan yang mungkin menurut kalian sangat enteng. Yap, itu bayanganku juga di awal, karna kerjaanku cuman balesin bbm, ngecek email, nerima orderan, packing. Udah gitu doang. But u know? Mungkin emang ga menguras banyak tenaga sih, tapi hati dan pikiran bener2 terkuras. Kenapaa? Karenanya nanti di next postingan yaaah hahahahahh karna bukan ini yang pengen aku curahkan di postingan ini :p

Hmmmm. Tarik nafas-hembuskaan..

Jadi kemaren aku baru aja mengalami kegagalan. Gagal mendapatkan rejeki *alah. Iyaa, aku baru aja ga lolos proses rekruitmen tahap terakhir di suatu perusahaan TV. Sedih pasti, kecewa jelas. Karna kerja di media itu bener-bener cita-citaku sejak aku kuliah di ilmu komunikasi. I think kerja di media bakalan fun banget, secara pekerjaannya pasti sesuai sama passion aku. Tapi nih, persaingan emang ketat dan peminatnya sangatlah buanyaaaakkk. Nah, ceritanya kemaren aku ga minat mau daftar di perusahaan itu karna ga ada posisi yang cocok buat aku. Tapi aku coba aja, kalo ga dicoba kita ga akan pernah tau rejeki kita sebenernya ada dimana. Kebetulan kemaren langsung psikotes, abis itu nungguin pengumuman untuk lanjut tahap selanjutnya yaitu interview. Aku lolos ke tahap interview, hampir 3 jam nungguin dipanggil untuk interview. Do u know? Ini proses rekruitmen tergil yang pernah aku ikuti. Nunggunya bener-bener diikin nungguuuuuu bangeeeettt zZzZZZzzz. Pas lagi asik-asik browsang browsing tiba-tiba namaku dipanggil. Yeay seneng campur deg-degan sekaligus ga karuan *halah. Aku diinterview sama user dari news, kayanya si dia juga reporter. Setelah blablabla aku mendeskripsikan tentang diriku, dia melemparkan beberapa pertanyaan, cuman 1 pertanyaan yang bener-bener bikin mikir banget. Hahah. Tapi sepanjang interview sih aku enjoy-enjoy aja. Malahan ini interview terseru selama aku mondar mandir kesana kemari buat interciew. Baru kali ini aku bener-bener ngerasa percaya diri dan enjoy saat interview, malahan setiap pertanyaan yang udah aku jawab itu jadi bahan obrolan kami selama interview. It was enjoy n fun, dan aku pun keluar ruangan interview dengan muka yang beda banget dari sebelumnya pas namaku baru dipanggil.

Setelah menunggu berjam-jam-jam-jam-jaaaaaammmm, finally jam 10 malem keluar itu pengumuman siapa yang lolos dan langsung bisa sign contract malem itu juga. Panitia baru mau nempelin pengumuman di papan dan orang-orang udah berdesek-desekan mau liat hasil pegumuman. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku ga antusias lagi seantusias dan se-semangat pas interview. Tiba-tiba nyaliku menciut, dan aku dihantui pikiran "ah aku ga mungkin lolos, ngga mungkin banget, gila aja men itu hasil pengumuman cuman 2 kolom nama sedangkan orang sebanyak ini". Seorang temanku keluar dari desakan orang-orang dan dia bilang kalo dia dan aku ga lolos. Aku masih setengah percaya dan engga, satu sisi ada bisikan "aduh masa siih" tapi sisi lain juga ngasih bisikan "ah tuh kan bener, emang ga mungkin" aku gatau pikiran-pikiran itu apaan tapi sering banget aku alami. Mengecewakan sih emang, kecewaaaa banget, tapi aku udah siap dengan kenyataan itu jadi aku bisa mengatasi rasa kecewaku sendiri.

Jadi jobseeker emang seru, dan aku akan selalu menikmati fase ini. Mungkin sebagian besar orang juga mengalaminya. Kadang penuh semangat, optimis, yakin, tapi semua itu bisa musnah dalam hitungan detik saat harus menerima kenyataan di depan mata yang mungkin itu hal yang ga diharapkan. Tapi itulah serunya jobseeker. Dan untungnya sampe saat ini aku ga pernah mengalami kekecewaan sampe bener-bener down dan gamau berusaha lagi. Justru setiap kegagalan iu sangat memberi motivasi buat aku untuk berusaha dan berjuang lagi. Aku sangat yakin, pekerjaan itu sebuah rejeki dan rejeki sudah di atur, ga bakal salah orang, ga bakal kecepetan ga bakal kelamaan, tapi pasti bakal dateng diorang yang tepat dan waktu yang tepat. Tugas kita terus berusaha mencari dan mendapatkan kesempatan itu. Setiap orang pasti punya jatah gagal masing-masing, dan marii kita habiskan jatah gagal kita selagi masih muda. Yeaaayyyy, semangaaatt!!! :) ♥♡♥

For all gentlemen..

Sabtu, 02 Maret 2013 - Diposting oleh Ochadon di 00.44
Haaaiii, selamat siang :D 
Hari ini aku mengawali aktivitas dengan bangun pagi haha berhubung aku lagi di rumah a.k.a Magelang jadi aku terpaksa harus bangun pagi untuk sekedar melihat ibuku berangkat ke kantor dan mencium tangannya. Setelah ibuku berpamitan, seperti biasa aku kembali melanjutkan tidurku tapi kali ini tidak berlangsung lama karna aku kelaparan dan ini memaksaku untuk menahan rasa kantuk ku untuk menjadi tikus dapur, mencari-cari makanan hasil masakan ibuku pagi tadi. Sambil menikmati sarapanku aku memindah-mindah chanell TV dan aku tertarik pada satu berita tentang pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah terhadap muridnya. Sigh.. Berita ini memang sedang ramai dibicarakan beberapa hari ini. Berita semacam ini juga sudah terlalu sering kita dengar di Indonesia. 

Perilaku cabul itu salah siapa? 

Ingatkah tentang isu larangan memakai rok mini di Jakarta? Ya, isu ini berkembang saat booming-booming nya pemerkosaan di angkutan umum di Jakarta. Kabarnya isu larangan tersebut dicetuskan karena perkosaan itu terjadi akibat kebiasaan perempuan yang mengundang nafsu para lelaki dengan memakai rok mini atau pakaian yang serba mini. Adilkah? Aku sebagai perempuan jelas menolak anggapan tersebut, sangat tidak adil kalo pencabulan dan tindakan-tindakan pelecehan seksual lelaki biadab itu dikaitkan dengan pakaian perempuan. Kalo dipikir-pikir mereka (re:korban) udah jadi korban masih aja disalah-salahkan. Dan itu emang udah ga asing sih di Indonesia ini, orang yang salah malah nyalah-nyalahin orang lain. Emang sih sebagai perempuan harusnya kita bisa lebih jaga diri dan berhati-hati dalam mengahadapi para lelaki, tapi jaman sekarang ini emang gabisa dipungkiri lagi kalo trend fashion juga dengan mudah masuk dan berkembang di Indonesia dan lagi-lagi kita gabisa nyalahin kemajuan teknologi juga. Akhirnya balik lagi kalo kebebasan berpakaian juga hak masing-masing setiap orang. Nah sekarang apa alasan pelaku pemerkosaan itu nyalah-nyalahin perempuan? Kenapa bukan kalian yang sebaiknya lebih menjaga nafsu kalian? 

Aku pernah baca suatu artikel tentang isu pelecehan seksual di negara-negara lain, dan do you know kalo jumlah tindakan pelecehan seksual di negara timur malah lebih tinggi dibanding negara barat. Padahal negara timur cenderung cewe-cewenya berpakaian lebih tertutup dibanding negara barat kan? Dan di negara-negara barat justru malah kaum lelaki nya lebih menghargai perempuan. Ya kalo dipikir-pikir emang bener sih, inget kan berita-berita tentang TKW kita yang diperkosa dan disiksa sama majikannya di Arab di Malaysia dll itu? Ngga mungkin juga mereka pake rok min ato hot pants selama mereka bekerja di sana kan? See? Masih mau nyalah-nyalahin perempuan? Bener-bener biadab banget, kadang suka gemeeeeeesss banget ngeliat berita-berita kaya gitu rasanya pengen banget bejek-bejek itu cowok -_- apa sih salah perempuan? Kita memang diciptakan lebih lemah dibanding laki-laki tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya menindas kita seperti itu. 

Nah balik lagi ke kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru SMA terhadap muridnya tadi, kabarnya si murid ini diancam akan diturunkan nilainya kalo ngga memenuhi nafsu si guru. Oh damn! Bener-bener brengsek! Bahkan seorang guru yang harusnya jadi panutan malah ngelakuin perbuatan keji begitu. Dan ini bukan pertama kalinya aku liat tentang berita kaya gini. Sebelum-sebelumnya juga udah sering berita sejenis bahkan ada seorang guru SD yang memperkosa beberapa muridnya. Apa coba dosa mereka? Dan apa masih mungkin juga mau nyalah-nyalahin pakaian mereka? 

Intinya buat kalian para kaum lelaki, jangan sembarangan dan seenaknya nuduh para perempuan yang menjadi sebab tindakan cabul kalian. Tindakan cabul itu terjadi karna nafsu yang ada di otak kalian dan kalian kalah dengan nafsu kalian sendiri sehingga buat nutup-nutupin kekalahan kalian dalam mengendalikan nafsu kalian sendiri, kalian justru malah nyalah-nyalahin perempuan. Itu banci! Kalo emang laki harusnya kalian bisa lebih menerima kenyataan kalo kalian itu emang udah berbuat salah. Dan plissss banget buat para lelaki yang ngakunya sejati, please save and protect womens bukan malah dihancurin dengan nafsu kalian :)

Ini Musibah, Bukan Tontonan!

Minggu, 06 Maret 2011 - Diposting oleh Ochadon di 05.10
Hari ini, tepatnya sore tadi, untuk kesekian kalinya saya melewati jalan raya Yogjakarta-Magelang. Selain itu, untuk kesekian kali pula saya melihat pemadangan itu lagi. Yah, setelah erupsi Merapi yang terjadi pada kurang lebih tiga atau empat bulan yang lalu, Merapi masih menyisakan material-material di dalam tubuhnya yang terus ia muntahkan hingga sekarang ini. Banjir lahar dingin, mungkin kalian yang membaca postingan ini berkali-kali menonton beritanya di televisi. Namun, mungkin tidak semua dari kalian pernah menyaksikan secara langsung kondisi tempat yang terkena banjir tersebut.
Bebatuan dengan ukuran yang sangat besar, pasir dalam jumlah yang sangat banyak, kini menghiasi tepi jalan raya Jumoyo, Salam, Magelang. Banyak rumah yang menjadi korban terjangan lahar dingin tersebut, dan berarti juga banyak penduduk yang terpaksa kehilangan rumah mereka dan harus merelakan rumah mereka kini rata dengan pasir.
Namun bukan pemandangan seperti itu yang ingin saya ceritakan disini. Beberapa hari atau minggu setelah hebohnya berita banjir lahar dingin yang dimuat di media, membuat semua orang penasaran dengan tempat ini. Maka dimulai dari satu-dua orang yang berdatangan untuk menyaksikan tempat ini, kemudian mengundang minat banyak orang untuk ikut-ikutan mendatanginya. 
Setelah beberapa kali saya melewati tempat tersebut, antusias orang yang datang ke tempat tersebut sepertinya terus bertambah. Hal ini bisa dilihat dari tanda nomor kendaraan luar kota yang parkir di sepanjang tepi jalan raya tersebut. Sebenernya saya heran, ngapain mereka jauh-jauh datang kesitu hanya untuk menonton. Saya juga penasaran, setelah mereka puas menonton terus mau apa?
Selain mereka menyaksikan pemandangan seperti apa bekas terjangan lahar dingin tersebut, banyak juga yang berfoto-foto ria dengan amat sangat narsisnya mereka ketawa-tawa seakan-akan sedang piknik di tempat wisata. Miris banget rasanya, melihat orang-orang itu. Seakan-akan ingin teriak keras-keras di telinga mereka bilang "WOII, ini MUSIBAH, bukan tontonan, bukan juga kebun binatang!! Tapi apa daya, alhasil mungkin saya dikira orang gila atau malah kena semprot dari mereka.
Sebenarnya, ada sisi positif dan negatifnya juga sih. Sisi positifnya nih, dengan "dijadikan"nya tempat tersebut sebagai tempat wisata, paling tidak bisa membantu perekonomian warga sekitar yang telah kehilangan mata pencaharian akibat bencana ini. Karena warga sekitar bisa berjualan makanan, ataupun ada juga yang beralih profesi menjadi tukang parkir karena saking banyaknya orang yang berdatangan. Tapi sisi negatifnya, selain membuat macet jalan raya, juga seakan-akan mereka yang berkunjung itu tidak mempunyai sisi kemanusiaan secara tempat bencana diajadikan tontonan. Tapi sepertinya budaya ini memang sudah seringkali kita lihat di setiap terjadi bencana alam di negara ini.
Bukan ide buruk juga sih jika memang tempat ini akan dijadikan tempat wisata alam. Namun, alahkah baiknya jika benar-benar dipikirkan secara matang kemudian dibentuk sistem yang baik dan disosialisasikan sehingga benar-benar menjadi tempat wisata yang didukung oleh pemerintah.

Akhirnya memilih...

Selasa, 01 Maret 2011 - Diposting oleh Ochadon di 02.15
Yah ini merupakan entri sambungan dari entri saya sebelumnya tentang dilematis antara konsetrasi jurusan Advertising dengan Public Relation.
Kemarin, tepat tanggal 28 Februari 2011 saya telah memulai kuliah perdana saya sebagai anak iklan dengan teman-teman baru tentunya. Walaupun tidak lebih dari 30 orang dalam satu kelasnya, semoga mereka bisa menjadi teman yang baik selama beberapa semester ke depan. (Amin). 
Ya, akhirnya saya memutuskan untuk memilih konsentrasi Periklanan. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan yang membuat saya bingung selama berhari-hari. Sampai ketika saya meng-input mata kuliah Advertising dalam Kartu Rencana Studi saya pun berkali-kali mengucapkan "basmallah". Dengan harapan bahwa semoga saya tidak salah pilih.
Berbagai pertimbangan tersebut antara lain :
1. Berdasarkan tes kecerdasan bersama salah satu dosen, saya adalah orang yang memiliki cara berpikir "Acak-Konkret" dan tipe kecerdasan "Kreatif".
2. Industri iklan adalah industri yang sangat menjanjikan karena setiap hari selalu ada produk baru yang membutuhkan untuk di-iklankan. So, industri ini ngga akan pernah mati selama masih ada kehidupan.
3. Saya bukan orang yang bekerja dibawah tekanan dan tuntutan harus begini harus begitu. 
4. Saya tidak suka menonton iklan. Jadi, kalau saya bisa berpartisipasi dalam pembuatan iklan, kenapa saya hanya bisa menonton iklan?
5.  Saya adalah tipe orang yang lebih senang bekerja dibalik layar.
6. Saya adalah orang yang fleksibel.
dan masih banyak lagi.
Nah, semoga berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas saya bisa memegang komitmen dan tidak salah pilih. (amin).





Filosofi Tangisan Bayi

Diposting oleh Ochadon di 00.43
Selama ini, kita sering bertanya-tanya kenapa setiap bayi yang lahir mereka selalu menangis. Tetapi tidak sedikit pula bayi yang tidak menangsi ketika mereka dilahirkan.
Nah suatu ketika, saya tidak sengaja mendengar pengajian atau sebuah kultum atau apalah namanya.
Manusia, memiliki tiga fase kehidupan. Yaitu kehidupan pertama yaitu di dalam perut ibu, kedua kehidupan nyata di dunia ini, dan ketiga adalah kehidupan ketika kita mati nantinya.
Nah, ketika kita masih dikandung dalam rahim ibu, saat itu kita juga berkomunikasi dengan Tuhan. Sebelum akhirnya kita terlahir ke dunia ini, Tuhan telah memberi gambaran seperti apa hidup kita kelak. Siapa orang tua kita, seperti apa keluarga kita, dan berbagai masalah dalam hidup kita.
Dan ketika kita menangis saat kita dilahirkan, maka saat itulah kita berteriak bahwa kita siap dan sanggup menjalani hidup kita yang telah digambarkan oleh Tuhan sebelumnya. Namun kemudian kita bertanya mengapa ada bayi yang langsung meninggal tanpa sempat menorehkan senyumanya, itu disebabkan karena mereka tidak siap menjalani hidupnya yang telah digambarkan oleh Tuhan.
Kita adalah orang yang terlahir dengan janji yang terikat dengan Tuhan bahwa kita siap untuk menjalani hidup kita.
Nah dari situlah, akhirnya saya dapat mengambil kesimpulan bahwa mungkin sebuah filosofi ini, sedikit banyak dapat mengubah cara pandang dan pemahaman kita. Atau mungkin penghibur diri ketika banyak orang yang mengeluh dengan apa yang ia alami dalam hidupnya, berbagai cobaan, masalah dan kesedihan yang menimpa hidupnya. Bahwa semua yang terjadi pada hidup kita telah digariskan oleh Tuhan yang telah diberitahukan kepada kita jauh sebelum kita lahir ke dunia.
So, just enjoy your life.
Yakin dan selalu percaya bahwa kebahagiaan itu ada. Kebahagiaan pasti akan datang pada orang-orang yang sellau berusaha untuk mencarinya, meskipun pada kenyataanya banyak kerikil yang menjadi penghalang dalam perjalanan kita menuju kebahagiaan.
Saat kita merasa bahwa hidup itu tak adil, cukup dengan meyakini bahwa kita tidak sendiri, dan tidak akan pernah sendiri karena Tuhan selalu ada bersama kita.
Selalu buktikan bahwa kita adalah orang yang kuat yang mampu mengatasi seburuk apa pun jalan hidup kita. Dan buktikan kepada Tuhan bahwa kita benar-benar siap untuk menjalani hidup yang telah digariskan oleh Tuhan.
Karena menyerah itu bukah pilihan, tapi menyerah adalah sebuah dosa.

PR or Advert? "dilematis"

Rabu, 19 Januari 2011 - Diposting oleh Ochadon di 22.57
Yah dilematis, sangat dilematis untuk memilih dan menentukan konsentrasi yang akan aku pilih. Hmm saat ini aku adalah seorang mahasiswi ilmu komunikasi semester 3 di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogja. Kurang dari satu bulan lagi aku akan beranjak ke semester 4, dan di semester 4 nanti kami memasuki tahap penjurusan. Di kampusku ada 2 pilihan jurusan atau konsentrasi, yaitu Public Relations dan Advertising. Dua-duanya sangat menarik buat aku dan aku bener-bener bingung untuk memilih dan meninggalkan salah satunya.
Di Public Relations kita belajar bagaimana membangun hubungan yang baik dengan orang lain, bagaimana kita me-manaje diri kita dan juga suatu organisasi atau perusahaan tempat kita bekerja, bagaimana berkomunikasi yang baik dengan public baik internal maupun eksternal. Dalam bayanganku kayanya PR itu adalah seorang yang bener-bener hebat, karna dia harus mampu mengontrol semuanya dan PR lah yang harus membangun suatu citra dan juga relasi dengan dunia luar atau public eksternal.
Nah sedangkan di Advertising, kita belajar tentang segala sesuatu yang berbau dengan kreatif. Kita belajar bagaimana membangun kekreatifan kita. Dalam benakku juga, Advertising pasti mampu membantu kita menemukan jati diri kita yang sesungguhnya, karna hasil karya seseorang itu pasti merupakan cerminan dari diri orang tersebut.
Tapi menurut aku dua-duanya sangat dibutuhkan, karna sebuah karya yang bagus tidak akan diminati orang kalo kitanya ngga pinter mengkomunikasikannya. Huh jadi makin bingung deh -_-
Public Relations yang kebayang di otakku yaitu berhubungan dengan semua hal yang serba rapi. Penampilan rapi, cara ngomong yang rapi, table manner yang harus rapi, pokoknya semuanya harus rapi deh. Emang sih kesannya elegan, tapi kalo misalnya ngga cocok sama kitanya malah jadi ngribetin.
Hm sedangkan Advertising, semua hal yang berbau nyantai dan sesuka hati tapi tetap bertanggungjawab. Jadi kaya prinsip demokrasi nih "bebas yang bertanggungjawab" hihi. Kenapa nyantai dan bebas? Karna kreativitas itu tidak akan muncul dibawah tekanan. Ide pasti muncul disaat yang tidak terduga dan ngga mungkin bisa dipaksain deh, yang pasti semau otak kita lagi pengen kerja ato engga. Tapi kalo terlalu nyantai ntar kesannya jadi ogah-ogahan kerjanya.
Emang ya, dua-duanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi menurut aku dua-duanya emang harus dimiliki oleh seorang sarjana komunikasi. Sarjana komunikasi yang kompeten adalah seorang yang kreatif, good looking, dan mampu bernegosiasi dengan baik. Jadi gimana dong kalo aku pengen dua-duanya?huh bener-bener membingungkan.

Wajah Baru "Silet"

Selasa, 18 Januari 2011 - Diposting oleh Ochadon di 02.32
Silet, dulu adalah sebuah acara infotaiment di salah satu stasiun tv swasta terkaya di negriku ini. Dulu waktu aku masih kecil (sekarang juga masih kecil) hehee acara silet nih sebuah acara yang menyorot tentang hal-hal aneh semacam gaib, tabu, ada binatang kepala manusia kek, ada penampakan hantu dimana gitu kek, dan yang aneh-aneh lainnya.
Setelah sekian lama berkecimpung di dunia hiburan, kok tau-tau aku liat acara ini berubah jadi acara gossip alias infotaiment yang menguak habis tentang seluk beluk dan masalah yang terjadi pada artis-artis Indonesia. Ckckck gatau kenapa bisa tiba-tiba berubah drastis gini. Udah gitu, gossip yang dikemas tuh terkesan lebay dan mendramatisir gitu deh, ya ngga? Ya kan?
Oh iya lupa, selain infotaiment, kadang-kadang silet juga menayangkan hal-hal aneh atau yang lagi menjadi trending topic gitu lah. En, tentunya dikemas dengan penuh ke-lebay-an.
Beberapa bulan yang lalu, saat gencar-gencarnya media memberitakan bencana Merapi, silet pun ngga kalah heboh. Hampir setiap hari dalam seminggu pasca bencana tersebut, ssilet selalu menayangkan liputan tentang segala hal yang berhubungan dengan bencana Merapi. Waktu itu (aku lupa tanggal berapa), yang  jelas bulan November, silet menyatakan dalam pemberitaannya bahwa akan terjadi erupsi Merapi terbesar pada hari senin tanggal 8 (kalo ga salah hehe) yang melanda hingga ke radius 60kilometer. What?60kilo, mau ngungsi kemana dong gue?ckckck
Nah, setelah pemberitaan tersebut, banyak sekali pihak yang merasa dirugikan. Banyak warga Jogja yang berada dalam zona aman (sebenernya), namun karna lebay-nya pemberitaan silet mereka jadi panik dan langsung mengungsi ke tempat yang lebih jauh, bahkan sangat jauh. Hhhh
Alhasil, pada hari penayangan berita tersebut silet mendapat banyak sekali kritik bahkan hujatan. Beribu-ribu warga yang merasa dirugikan oleh pemberitaan tersebut berlomba-lomba untuk memprotes dan menuntut silet bubar.
Kurang lebih dua minggu kemudian, saya mengikuti seminar yang diadakan oleh KPI Pusat bekerja sama dengan KPID Jogja yang membahas tentang hal ini. Salah satu anggota KPI yaitu ibu Esky mengatakan bahwa silet telah mendapat kecaman keras hingga dilarang untuk tayang sementara. Namun pihak silet tidak mengindahkan surat panggilan dan sanksi dari KPI sehingga KPI memberikan somasi kepada pihak mnc-group yaitu yang mengelola acara tersebut. Lagi-lagi pihak mnc juga tidak mengindahkan sanksi ini. Kemudian mungkin saking jengkelnya, KPI melaporkan pihak tersebut kepada yang berwajib dan berniat memrosesnya melalui jalur hukum. Hmm, bener-bener nekat yaa singlet eh silet sampe bikin KPI kebakaran jenggot gitu.
Setelah kurang lebih satu bulan, teman saya ada yang bilang kalau acara silet sekarang pindah ke stasiun swasta lain tapi dengan wajah baru. Dan memang benar, hari ini saya melihat acara tersebut emang bener-bener silet banget hihi.
Yah begitulah dunia media massa, seperti yang saya pelajari dalam mata kuliah komunikasi massa, banyak acara yang serupa tapi tak sama. Sepertinya KPI harus mengamati wajah baru silet ini secara tajam setajam silet.