Tampilkan postingan dengan label acara tv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label acara tv. Tampilkan semua postingan

For all gentlemen..

Sabtu, 02 Maret 2013 - Diposting oleh Ochadon di 00.44
Haaaiii, selamat siang :D 
Hari ini aku mengawali aktivitas dengan bangun pagi haha berhubung aku lagi di rumah a.k.a Magelang jadi aku terpaksa harus bangun pagi untuk sekedar melihat ibuku berangkat ke kantor dan mencium tangannya. Setelah ibuku berpamitan, seperti biasa aku kembali melanjutkan tidurku tapi kali ini tidak berlangsung lama karna aku kelaparan dan ini memaksaku untuk menahan rasa kantuk ku untuk menjadi tikus dapur, mencari-cari makanan hasil masakan ibuku pagi tadi. Sambil menikmati sarapanku aku memindah-mindah chanell TV dan aku tertarik pada satu berita tentang pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah terhadap muridnya. Sigh.. Berita ini memang sedang ramai dibicarakan beberapa hari ini. Berita semacam ini juga sudah terlalu sering kita dengar di Indonesia. 

Perilaku cabul itu salah siapa? 

Ingatkah tentang isu larangan memakai rok mini di Jakarta? Ya, isu ini berkembang saat booming-booming nya pemerkosaan di angkutan umum di Jakarta. Kabarnya isu larangan tersebut dicetuskan karena perkosaan itu terjadi akibat kebiasaan perempuan yang mengundang nafsu para lelaki dengan memakai rok mini atau pakaian yang serba mini. Adilkah? Aku sebagai perempuan jelas menolak anggapan tersebut, sangat tidak adil kalo pencabulan dan tindakan-tindakan pelecehan seksual lelaki biadab itu dikaitkan dengan pakaian perempuan. Kalo dipikir-pikir mereka (re:korban) udah jadi korban masih aja disalah-salahkan. Dan itu emang udah ga asing sih di Indonesia ini, orang yang salah malah nyalah-nyalahin orang lain. Emang sih sebagai perempuan harusnya kita bisa lebih jaga diri dan berhati-hati dalam mengahadapi para lelaki, tapi jaman sekarang ini emang gabisa dipungkiri lagi kalo trend fashion juga dengan mudah masuk dan berkembang di Indonesia dan lagi-lagi kita gabisa nyalahin kemajuan teknologi juga. Akhirnya balik lagi kalo kebebasan berpakaian juga hak masing-masing setiap orang. Nah sekarang apa alasan pelaku pemerkosaan itu nyalah-nyalahin perempuan? Kenapa bukan kalian yang sebaiknya lebih menjaga nafsu kalian? 

Aku pernah baca suatu artikel tentang isu pelecehan seksual di negara-negara lain, dan do you know kalo jumlah tindakan pelecehan seksual di negara timur malah lebih tinggi dibanding negara barat. Padahal negara timur cenderung cewe-cewenya berpakaian lebih tertutup dibanding negara barat kan? Dan di negara-negara barat justru malah kaum lelaki nya lebih menghargai perempuan. Ya kalo dipikir-pikir emang bener sih, inget kan berita-berita tentang TKW kita yang diperkosa dan disiksa sama majikannya di Arab di Malaysia dll itu? Ngga mungkin juga mereka pake rok min ato hot pants selama mereka bekerja di sana kan? See? Masih mau nyalah-nyalahin perempuan? Bener-bener biadab banget, kadang suka gemeeeeeesss banget ngeliat berita-berita kaya gitu rasanya pengen banget bejek-bejek itu cowok -_- apa sih salah perempuan? Kita memang diciptakan lebih lemah dibanding laki-laki tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya menindas kita seperti itu. 

Nah balik lagi ke kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru SMA terhadap muridnya tadi, kabarnya si murid ini diancam akan diturunkan nilainya kalo ngga memenuhi nafsu si guru. Oh damn! Bener-bener brengsek! Bahkan seorang guru yang harusnya jadi panutan malah ngelakuin perbuatan keji begitu. Dan ini bukan pertama kalinya aku liat tentang berita kaya gini. Sebelum-sebelumnya juga udah sering berita sejenis bahkan ada seorang guru SD yang memperkosa beberapa muridnya. Apa coba dosa mereka? Dan apa masih mungkin juga mau nyalah-nyalahin pakaian mereka? 

Intinya buat kalian para kaum lelaki, jangan sembarangan dan seenaknya nuduh para perempuan yang menjadi sebab tindakan cabul kalian. Tindakan cabul itu terjadi karna nafsu yang ada di otak kalian dan kalian kalah dengan nafsu kalian sendiri sehingga buat nutup-nutupin kekalahan kalian dalam mengendalikan nafsu kalian sendiri, kalian justru malah nyalah-nyalahin perempuan. Itu banci! Kalo emang laki harusnya kalian bisa lebih menerima kenyataan kalo kalian itu emang udah berbuat salah. Dan plissss banget buat para lelaki yang ngakunya sejati, please save and protect womens bukan malah dihancurin dengan nafsu kalian :)

Wajah Baru "Silet"

Selasa, 18 Januari 2011 - Diposting oleh Ochadon di 02.32
Silet, dulu adalah sebuah acara infotaiment di salah satu stasiun tv swasta terkaya di negriku ini. Dulu waktu aku masih kecil (sekarang juga masih kecil) hehee acara silet nih sebuah acara yang menyorot tentang hal-hal aneh semacam gaib, tabu, ada binatang kepala manusia kek, ada penampakan hantu dimana gitu kek, dan yang aneh-aneh lainnya.
Setelah sekian lama berkecimpung di dunia hiburan, kok tau-tau aku liat acara ini berubah jadi acara gossip alias infotaiment yang menguak habis tentang seluk beluk dan masalah yang terjadi pada artis-artis Indonesia. Ckckck gatau kenapa bisa tiba-tiba berubah drastis gini. Udah gitu, gossip yang dikemas tuh terkesan lebay dan mendramatisir gitu deh, ya ngga? Ya kan?
Oh iya lupa, selain infotaiment, kadang-kadang silet juga menayangkan hal-hal aneh atau yang lagi menjadi trending topic gitu lah. En, tentunya dikemas dengan penuh ke-lebay-an.
Beberapa bulan yang lalu, saat gencar-gencarnya media memberitakan bencana Merapi, silet pun ngga kalah heboh. Hampir setiap hari dalam seminggu pasca bencana tersebut, ssilet selalu menayangkan liputan tentang segala hal yang berhubungan dengan bencana Merapi. Waktu itu (aku lupa tanggal berapa), yang  jelas bulan November, silet menyatakan dalam pemberitaannya bahwa akan terjadi erupsi Merapi terbesar pada hari senin tanggal 8 (kalo ga salah hehe) yang melanda hingga ke radius 60kilometer. What?60kilo, mau ngungsi kemana dong gue?ckckck
Nah, setelah pemberitaan tersebut, banyak sekali pihak yang merasa dirugikan. Banyak warga Jogja yang berada dalam zona aman (sebenernya), namun karna lebay-nya pemberitaan silet mereka jadi panik dan langsung mengungsi ke tempat yang lebih jauh, bahkan sangat jauh. Hhhh
Alhasil, pada hari penayangan berita tersebut silet mendapat banyak sekali kritik bahkan hujatan. Beribu-ribu warga yang merasa dirugikan oleh pemberitaan tersebut berlomba-lomba untuk memprotes dan menuntut silet bubar.
Kurang lebih dua minggu kemudian, saya mengikuti seminar yang diadakan oleh KPI Pusat bekerja sama dengan KPID Jogja yang membahas tentang hal ini. Salah satu anggota KPI yaitu ibu Esky mengatakan bahwa silet telah mendapat kecaman keras hingga dilarang untuk tayang sementara. Namun pihak silet tidak mengindahkan surat panggilan dan sanksi dari KPI sehingga KPI memberikan somasi kepada pihak mnc-group yaitu yang mengelola acara tersebut. Lagi-lagi pihak mnc juga tidak mengindahkan sanksi ini. Kemudian mungkin saking jengkelnya, KPI melaporkan pihak tersebut kepada yang berwajib dan berniat memrosesnya melalui jalur hukum. Hmm, bener-bener nekat yaa singlet eh silet sampe bikin KPI kebakaran jenggot gitu.
Setelah kurang lebih satu bulan, teman saya ada yang bilang kalau acara silet sekarang pindah ke stasiun swasta lain tapi dengan wajah baru. Dan memang benar, hari ini saya melihat acara tersebut emang bener-bener silet banget hihi.
Yah begitulah dunia media massa, seperti yang saya pelajari dalam mata kuliah komunikasi massa, banyak acara yang serupa tapi tak sama. Sepertinya KPI harus mengamati wajah baru silet ini secara tajam setajam silet.